Ciri, Data dan Gambar 9 Planet dalam Tata Surya + Satelit Lengkap
https://blogmipa-geografi.blogspot.com/2018/01/ciri-data-gambar-satelit-9-planet-tata-surya.html
Daftar Materi Geografi
Pada awalnya, terdapat sembilan planet yang tergabung dalam sistem tata surya. Kesembilan planet tersebut adalah Merkurius, Venus, Bumi, Mars, Jupiter, Saturnus, Uranus, Neptunus, dan Pluto. Namun, berdasarkan keputusan Uni Astronomi Internasional, pada 25 Agustus 2006 planet Pluto dinyatakan bukan lagi sebagai anggota tata surya.
Pengelompokan planet ada tiga macam
■ Bumi sebagai pembatas
● Planet inferior adalah planet yang terletak di dalam orbit Bumi dan matahari, yaitu planet Merkurius dan Venus.
● Planet superior adalah planet yang terletak di luar orbit Bumi dan matahari, yaitu planet Mars, Jupiter, Saturnus, Uranus, Neptunus, dan Pluto.
■ Asteroid sebagai pembatas
● Planet dalam (inner planets) adalah planet yang orbitnya di sebelah dalam lintasan asteroid, yaitu planet Merkurius, Venus, Bumi, dan Mars.
● Planet luar (outer planets) adalah planet yang orbitnya di sebelah luar lintasan asteroid, yaitu Jupiter, Saturnus, Uranus, Neptunus, dan Pluto.
■ Ukuran dan komposisi bahan penyusunnya
● Planet kebumian (terrestrial planets) adalah planet yang ukuran dan komposisi penyusunnya mirip dengan Bumi, yaitu Merkurius, Venus, Bumi, Mars, dan Pluto.
● Planet jovian atau planet raksasa (mayor planets) adalah planet yang ukurannya besar dan komposisi penyusunnya mirip Jupiter berupa gas hidrogen dan sebagian besar es, yaitu Jupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus.
Ciri-Ciri Planet Secara Umum
Planet tidak mempunyai cahaya sendiri.
● Planet tidak berkelap-kelip.
● Dengan bantuan teropong, planet terlihat seperti cakram yang bersinar.
● Lintasan planet berbentuk elips.
● Orbit planet mengelilingi matahari dengan arah yang sama.
● Kebanyakan planet mempunyai satelit.
Nah, pada kesempatan kali ini kita akan mempelajari ciri-ciri atau karakteristik kedelapan planet dalam sistem tata surya plus mantan planet yaitu pluto lengkap dengan gambar dan data satelitnya. So, silahkan kalian simak baik-baik penjelasan berikut ini. Selamat belajar dan semoga bisa paham.
1. Planet Merkurius
Merkurius merupakan planet terdekat dengan Matahari. Kedekatan ini mengakibatkan suhu di Merkurius sangat panas. Panas siang hari di Merkurius sangat tinggi, konon mampu melelehkan timah yang melapisi kaleng. Jarak antara Matahari dengan Merkurius kurang lebih 57 juta km. Sedangkan jarak dengan Bumi sekitar 92 juta km. Ukurannya hanya 27% dari ukuran Bumi.
Merkurius mengelilingi matahari (revolusi) memerlukan waktu 88 hari, sedangkan rotasinya memerlukan waktu 59 hari. Planet tersebut begitu lambat berputar sehingga satu hari hampir sama lamanya dengan satu tahun di Bumi.
Secara umum, ciri-ciri atau karakteristik planet Merkurius adalah sebagai berikut.
●
|
Sukar diselidiki karena letaknya dekat ke matahari;
|
●
|
Rotasinya 59 hari
|
●
|
Di permukaannya kadangkadang tampak noda-noda kabur yang berubah-ubah, mungkin saja awan debu
|
●
|
Temperaturnya 400oC pada bagian permukaan yang disinari matahari, sedangkan pada bagian yang tidak disinari matahari tempertaturnya -200oC
|
●
|
Merkurius tidak mempunyai atmosfer, tidak ada kehidupan, tidak mempunyai benda pengiring (satelit alam)
|
●
|
Revolusinya (peredaran mengelilingi matahari) 88 hari
|
2. Planet Venus
Planet terdekat kedua dari Matahari adalah Venus. Salah satu yang khas dari planet ini adalah adanya awan tebal yang menyelimutinya. Awan itu membuat cahaya Matahari terpantulkan. Akibatnya, Venus menjadi planet yang paling terang. Cahayanya akan tampak pada waktu Matahari terbit dan tenggelam. Oleh karenanya, planet ini sering disebut sebagai Bintang Fajar atau Bintang Senja.
Venus juga merupakan planet yang paling dekat dengan Bumi. Jarak Venus dengan matahari sekitar 108 juta kilometer. Satu tahun di Venus sama dengan 225 hari di Bumi. Sedangkan satu hari di sana sama dengan 243 hari di Bumi. Dengan demikian, masa revolusinya lebih cepat dibandingkan masa rotasinya.
Secara umum, ciri-ciri atau karakteristik planet Venus adalah sebagai berikut.
●
|
Atmosfernya tebal karena banyak awan debu yang menyelimutinya sehingga sulit diselidiki
|
●
|
Albedo (sifat warna putih) yang besar, disebabkan karena banyaknya awan
|
●
|
Di dalam atmosfer ditemukan gas asam arang yang besar dan belum ditemukan uap air
|
●
|
Ukuran Venus sebesar bumi
|
●
|
Satu tahun di Venus sama dengan 225 hari di bumi
|
●
|
Temperatur siang hari 100oC, temperatur lapisan awan di malam hari –23oC, jadi tidak ada makhluk di sana
|
●
|
Rotasinya (perputaran pada poros atau sumbunya) berlawanan dengan planet lain), lamanya 244 hari;
|
●
|
Revolusinya, yaitu 224,7 hari.
|
3. Planet Bumi
Kamu pasti yakin Bumilah satu-satunya planet yang paling kamu kenal. Ya, karena kamu tinggal di Bumi. Apakah hanya di Bumi yang ada kehidupan seperti kita? Jagat raya memang sangat luas, Bumi hanyalah sebagian kecil darinya. Jika melihat kenyataan ini, mungkin saja masih ada kehidupan lain di jagat raya, tetapi untuk lingkup Tata Surya hanya Bumilah yang diyakini mempunyai kehidupan yang sangat berkembang.
Bumi seperti planet yang lain, tidak memiliki cahaya. Bumi pun mempunyai satelit seperti planet lainnya. Bulan sebagai satelit alami Bumi, mempunyai gerakan mengelilingi Bumi dengan waktu putaran 29,5 hari. Bumi mempunyai masa rotasi sekitar 23 jam 56 menit dan memiliki masa revolusi sekitar 365 hari 6 jam. Bentuk bumi bulat dan pepat di kedua kutubnya. Lingkaran paling besar adalah lingkaran equator. Adapun hasil pengukuran Hayford (1909) diperoleh data sebagai berikut:
●
|
Jari-jari equator
|
: 6.378,38 km (3.963,34 mil)
| |
●
|
Jari-jari kutub
|
: 6.356,90 km (3.949,99 mil)
| |
●
|
Eliptitas (pemepatan)
|
: 1/297 = a-b/a
| |
●
|
Keliling equator
|
: 40.974,30 km (24.901,7 mil)
| |
●
|
Keliling meridian
|
: 40.007,19 km (24.860 mil)
| |
●
|
1o meridian dekat ekuator
|
: 111,0417 km (69 mil)
| |
●
|
1o pada equator
|
: 111, 5589 km (68,7 mil)
| |
●
|
1o meridian melalui kutub
|
: 111,6966 km (69,407 mil)
| |
●
|
Luas permukaan bumi
|
: 510.100.500 km2 (196.950.000 mil)
| |
●
|
Rotasi bumi
|
: 24 jam (23 jam 56 menit)
| |
1 mil
|
= 1.60934 km
| ||
1 km
|
= 0,621mil
| ||
1m
|
= 39,37 inch = 3,2808 kaki
| ||
1 kaki
|
= 0,3048 m
| ||
●
|
Dalam revolusinya (peredaran bumi mengelilingi matahari), sumbu miring 66,5o
| ||
●
|
Revolusinya adalah 1 tahun (3651/4 hari) atau 365 hari 6 jam 9’10”
| ||
●
|
BJ (Berat Jenis) adalah 5,25
| ||
●
|
Temperatur rata-rata adalah 10oC
| ||
●
|
Mempunyai satelit 1 (satu), yaitu bulan
| ||
●
|
Keliling bumi 40.000 km, untuk satu kali putaran diperlukan 24 jam dengan kecepatan di equator = 40.000/24 = 1,667 km/jam
| ||
●
|
Umur bumi adalah 3.000.000.000 - 5.000.000.000 tahun (3-5 milyar tahun)
| ||
●
|
Air panas
yang ada di perut bumi disebut air juvenil (air yang belum pernah keluar
dari perut bumi), nantinya akan keluar sebagai pengganti air laut kalau
habis
|
Seperti diketahui bahwa bumi melakukan rotasi. Adapun akibat rotasi tersebut adalah sebagai berikut.
■ Peredaran semu harian benda langit, yaitu semua benda langit seolah-olah beredar mengedari bumi, terbit di timur dan terbenam di barat.
■ Peristiwa siang malam, yaitu terjadinya siang malam : 12 jam siang dan 12 jam malam.
■ Perbedaan waktu, yaitu tiap-tiap tempat dengan garis meridian yang berbeda, waktunya pun berbeda:
●
|
Tiap 1o jarak dua garis meridian yang berurutan, waktunya berbeda 4 menit atau tiap 15o berbeda 1 jam
|
●
|
Satu kali putaran lingkaran dalam waktu 24 jam
|
●
|
Sehingga 360o/24 = 15o, berarti setiap 15o beda waktunya 1 jam
|
●
|
Tiap 1o = 60’/15o = 4 menit
|
Zona waktu berpangkal pada meridian utama atau prime meridian (meridian 0o) yang disebut GMT (Greenwich Mean Time). Indonesia teletak pada 95oBT – 141oBT dibagi menjadi 3 daerah waktu, yaitu:
WIB (Waktu Indonesia Barat), dengan ketentuan:
| |
●
|
Garis patokan (tolok), yaitu 105oBT, meliputi Provinsi NAD (Nanggroe Aceh Darussalam), Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Bengkulu, Lampung, Babel (Bangka Belitung) DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY (Daerah Istimewa Yogyakarta), dan Jawa Timur
|
●
|
Sejak Januari 1988 ditambah Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah
|
●
|
WIB = GMT + 7 jam atau 105o : 15o = 7 jam
|
WITA (Waktu Indonesia Tengah), dengan ketentuan:
| |
●
|
Garis patokan (tolok), yaitu 120oBT, meliputi Provinsi Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Gorontalo, Sulawesi Utara, Bali, NTB (Nusa Tenggara Barat), dan NTT (Nusa Tenggara Timur)
|
●
|
WITA = GMT + 8 jam atau 120o : 15o = 8 jam
|
WIT (Waktu Indonesia Timur), dengan ketentuan:
| |
●
|
Garis patokan (tolok), yaitu 135oBT, meliputi Provinsi Maluku, Maluku Utara, Irja (Papua), dan Papua Barat
|
●
|
WIT = GMT + 9 jam atau 135o : 15o = 9 jam.
|
4. Planet Mars
Planet Mars disebut juga Planet Merah (Red Planet). Dalam bahasa Sanskerta, Mars disebut Anggara; dalam bahasa Arab disebut Marich; dan dalam bahasa Jawa disebut Jaka Belek. Planet Mars tidak diselimuti awan sehingga dapat dilihat dan ditemukan sejumlah noda. Setelah beredar kembali pada kedudukan semula terlihatlah bagian permukaan Mars yang beraneka warna. Dari noda-noda itu pula dapat diketahui bahwa rotasi Mars adalah 24 jam 37 menit 23 detik.
Adapun para astronom peneliti Mars, yaitu sebagai berikut.
Giovanni Schiaparelli (1835-1910)
Giovanni adalah astronom Italia. Pada tahun1877, ia memetakan Mars secara teliti. Ia menemukan bidang-bidang hitam pada permukaan Mars dengan garis-garis hitam yang disebutnya canalo (kanal = terusan). Canalo ini jumlahnya banyak, panjangnya beratus-ratus kilometer, dan lebarnya 2-3 kilometer. Hal tersebut dibenarkan oleh Lowel (astronom Amerika) yang membangun observatorium peneropong bintang “Lowel Observatory” untuk menyelidiki Mars.
Menurut Lowel, di Mars terdapat terusan-terusan Mars (Martian Canals) yang mengalirkan air pada musim semi dari utara ke selatan dan di musim gugur dari selatan ke utara. Setelah diadakan pengamatan dengan teropong yang baik, semula yang terlihat seperti garis-garis panjang, ternyata hanya titik-titik yang sangat banyak. Dengan teropong kecil, titik-titik itu berimpit menjadi garis. Jadi, Giovanni Schiaparelli telah membuat kesalahan dalam melihat dan membuat penafsiran.
Coblentz dan Lampland (1922)
Ia mengadakan pengukuran dan pembagian temperatur di permukaan Mars (M. Ratim. 1982).
1.
|
Temperatur di tengah-tengah permukaan Mars, yaitu:
| |
●
|
Tanggal 25 Juli 1924 adalah –21oC
| |
●
|
Akhir bulan Juli 1924 adalah -9oC
| |
●
|
Tanggal 25 Agustus 1924 adalah +15oC
| |
●
|
Temperatur pagi hari pada sisi timur turun dari 21oC pada tanggal 1 Agustus sampai –77oC
| |
●
|
Tanggal 12 September 1924, temperatur malam di sisi barat adalah 0oC
| |
2.
|
Temperatur di Kutub Utara Mars dan sekitarnya, di musim dingin adalah -100oC, sehingga menyebabkan perubahan temperatur harian dan tahunannya sangat besar
| |
3.
|
Temperatur di dekat khatulistiwa Mars, pada musim panas, yaitu:
| |
●
|
Temperatur pukul 12.00 (siang) adalah 25oC
| |
●
|
Temperatur pukul 17.00 adalah 0oC
| |
●
|
Temperatur pukul 24.00 adalah 60oC
| |
●
|
Temperatur pukul 07.00 (pagi) adalah -30oC.
|
Planet Mars dilihat dengan teleskop yang kuat, tampak 2 buah satelit yang mengiringinya, yaitu Deimos dan Phobos. Jarak Mars dengan matahari adalah 228 juta km (1,5 SA). Garis tengah Mars adalah 6.800 km (lebih pendek dari garis tengah bumi, yaitu 12.800 km). Rotasi Mars selama 24 jam 37 menit 23 detik. Revolusinya (peredaran Mars mengelilingi matahari) satu kali beredar, yaitu 1,88 tahun (hampir 23 bulan atau 687 hari).
Satelit Phobos terlihat seperti terbit di barat dan terbenam di timur, sebab revolusi Phobos (peredaran mengelilingi Mars) lebih lambat dibandingkan revolusi Mars mengelilingi matahari. Tanah Mars tandus, terdiri dari batu-batuan serta bukit pasir merah jingga. Lembah raksasa di Mars lebih besar dan dalam dibandingkan dengan Lembah Grand Canyon of Colorado di Amerika Serikat. Olympus Mons, sebagai gunung berapi terbesar di Mars (2 1/2 kali lebih tinggi dari Mount Everest di bumi). Sementara Mount Everest, puncak tertinggi di bumi tingginya adalah 8.800 meter di atas permukaan laut.
5. Planet Jupiter
Yupiter adalah planet terbesar yang ada di dalam Tata Surya. Jika kita bayangkan Yupiter sebagai wadah, maka ia mampu menampung sebanyak 1310 planet seukuran Bumi. Tetapi tidak sebanding dengan besarnya, berat Yupiter hanya dua setengah kali Bumi. Planet ini lembek, permukaannya hanya berupa gas helium dan hidrogen cair yang terbungkus awan yang bergerak. Keunikan lain yang dimiliki Yupiter, yaitu rotasi yang paling cepat, hanya membutuhkan 10 jam. Sedangkan masa revolusinya membutuhkan waktu yang sangat lama, yaitu 12 tahun.
Planet Yupiter disebut juga Planet Raksasa (The Giant Planet). Dalam bahasa Sanskerta, Yupiter disebut Wrespati dan dalam bahasa Arab disebut Mustari. Ciri-ciri planet Yupiter adalah sebagai berikut:
●
|
Jarak Yupiter ke matahari ±778 juta km
|
●
|
Garis tengahnya adalah 142.600 km
|
●
|
Rotasinya adalah 9 jam 50 menit
|
●
|
Revolusinya adalah 11,9 tahun (±12 tahun bumi)
|
●
|
Yupiter terdiri dari cairan hidrogen, amoniak, helium dan methan (BJ = 1,33, sedangkan BJ air = 1)
|
●
|
Yupiter mempunyai atmosfer, tetapi gerakannya sangat lambat dibuktikan dengan adanya noda-noda pada Yupiter yang kelihatan tetap, tidak berpindah tempat
|
●
|
Atmosfer terbentuk dari zat amoniak dan methan
|
●
|
Formasi-formasi awan yang tampak pada ban ekuatornya terdiri dari gas-gas yang berkondensi (mengental atau mengembung)
|
●
|
Terdapat zat air, zat arang, dan zat lemas yang dapat bersenyawa sehingga menjadi methan dan amoniak karena temperatur yang amat rendah (-140oC)
|
●
|
Diameter Yupiter adalah 11x diameter bumi
|
●
|
Permukaannya adalah 120x luas bumi
|
●
|
Tak ada kehidupan karena atmosfernya bertemperatur -140oC
|
●
|
Yupiter mempunyai 14 satelit
|
6. Planet Saturnus
Planet keenam dalam Tata Surya mempunyai keunikan, dikelilingi dengan cincin yang terbentuk dari potongan jutaan es. Jarak Saturnus dengan Matahari sekitar 1,4 miliar kilo meter. Masa revolusinya sekitar 30 tahun, sedangkan masa rotasinya sekitar 10,5 jam. Planet ini mempunyai sifat seperti Yupiter, keduanya berputar begitu cepat sehingga dianggap sebagai planet yang paling berangin. Kecepatan anginnya lebih dari 10 kecepatan angin Hurricane di Bumi.
Saturnus adalah planet yang sangat menarik perhatian karena mempunyai cincin 3 buah yang sifatnya konsentris. Dari ketiga cincin tersebut yang paling terang adalah yang ada di tengah, sedangkan cincin bagian dalam sangat tipis. Dalam bahasa Sanskerta, Saturnus disebut Syanaliscara, sedangkan dalam bahasa Arab disebut Zuhal. Ciri-ciri lain dari planet Saturnus adalah sebagai berikut:
●
|
Pada kutubnya memipih setengah dari jari-jarinya
|
●
|
Kecepatan rotasinya adalah 10 jam 14 menit
|
●
|
Revolusinya adalah 29,5 tahun
|
●
|
Sumbunya berdiri dengan sudut 60o pada bidang peredaran tahunannya (sumbu bumi 661/2o)
|
●
|
Cincin-cincin konsentris yang mengelilinginya ditemukan oleh Huygens
|
●
|
Cincin-cincin itu terdiri dari bulan yang amat kecil dan beredar secara konsentris dengan kecepatan 15-20 km/detik, berisikan butir-butir yang berbedabeda besarnya, mulai dari butir-butir sebesar debu sampai bongkah-bongkah berpuluh ton
|
●
|
Sekali setiap tahun cincin itu menghilang dari mata peninjau (tahun 1921)
|
●
|
Saturnus mempunyai 17 satelit yang besar-besar, seperti Titan (terbesar), bahkan hasil pengamatan Voyager I dan II (1981), Saturnus mempunyai 22 satelit
|
●
|
Temperatur di permukaan Saturnus adalah -150oC
|
●
|
Jarak rata-rata dari matahari adalah 1.427 juta km
|
●
|
Garis tengahnya adalah 120-200 km
|
●
|
Berat jenisnya adalah 0,75 (berat jenis air = 1)
|
●
|
Massanya ± 95x massa bumi
|
7. Planet Uranus
Uranus ditemukan oleh William Herschel pada tahun 1782 dengan bantuan teleskop di kebun belakang rumahnya di Bath, Inggris. Planet ini merupakan salah satu planet yang jauh dari Matahari. Terdiri atas gas utama yang berupa hidrogen, metana, dan helium, serta mengandung es. Keadaan ini membuat Uranus dingin dan beku. Seperti halnya Saturnus, Uranus juga mempunyai cincin. Cincin Uranus tipis dan hingga saat ini telah ditemukan sembilan lapis cincin Uranus.
Keunikan lain juga dimiliki oleh planet ini, rotasinya yang berlawanan dengan arah rotasi Bumi membuat salah satu sisinya seperti sebuah gasing yang rebah. Masa revolusi Saturnus sekitar 84 tahun dan masa rotasinya sekitar 11 jam. Akibatnya satu sisi planet terus-menerus mengalami siang selama 42 tahun, sedangkan sisi yang lain terus-menerus mengalami malam selama 42 tahun. Bayangkan, apakah kamu bisa hidup di planet seperti ini?
Ciri-ciri planet Uranus adalah sebagai berikut:
●
|
Jarak Uranus ke matahari adalah 2.870 juta km
|
●
|
Setahun di Uranus sama dengan 48 tahun di bumi
|
●
|
Satu hari di Uranus hanya 11 jam di bumi
|
●
|
Planet Uranus sumber rotasinya satu bidang dengan bidang revolusinya sehingga di Uranus tidak ada daerah yang tidak mendapat sinar matahari, seperti di planet lain; daerah Kutub Uranus akan menerima sinar matahari, karena kutubnya (ujung sumbunya) menghadap searah dengan matahari; namun, karena jaraknya jauh dari matahari, di kutubnya menerima panas dengan temperatur tetap rendah, yaitu –185oC)
|
●
|
Garis tengahnya adalah 49.000 km
|
●
|
Rotasinya adalah 10 jam 49 menit
|
●
|
Revolusinya adalah 84 tahun
|
●
|
Berat jenisnya adalah 1,26 (BJ air = 1)
|
●
|
Massa planet ini adalah 14,6x massa bumi
|
●
|
Di khatulistiwa, sinar matahari jatuh tidak tegak lurus seperti di bumi, tetapi dengan sudut lancip sehingga siang hari lamanya 36.000 hari Uranus, begitu pula malamnya
|
●
|
Mempunyai 5 buah satelit, yaitu Miranda, Ariel, Umbriel, Titania, dan Oberon
|
8. Planet Neptunus
Kondisi di Neptunus tidak berbeda jauh dari Uranus, terdiri atas gas. Ukuran Neptunus juga besar, meskipun tidak sebesar Yupiter. Jika diumpamakan wadah kosong, Neptunus mampu menampung 60 planet seukuran Bumi. Satu tahun di Neptunus sama dengan 165 tahun di Bumi sedangkan satu hari di sana sekitar 16 jam di Bumi. Sejak tahun 1984, para ahli telah menduga bahwa Neptunus mempunyai cincin. Dugaan ini terbukti setelah pesawat angkasa Voyager 2 berhasil mendekati Neptunus dan memastikan bahwa Neptunus memiliki paling tidak tiga lapis cincin.
Planet Neptunus ditemukan tahun 1846 oleh seorang astronom Jerman, berdasarkan perhitungan ahli matematika, John Couch Adam (Inggris) dan Jean Joseph Leverrier (Perancis). Adapun ciri-ciri Neptunus adalah sebagai berikut:
●
|
Jarak dari matahari adalah 4,497 juta km
|
●
|
Garis tengahnya adalah 50.200 km
|
●
|
Rotasinya adalah 15 jam 48 menit
|
●
|
Revolusinya adalah 164,8 tahun
|
●
|
Massa planet ini adalah 17,2x massa bumi dan besarnya 60x besar bumi
|
●
|
Temperaturnya adalah –220oC
|
●
|
Temperaturnya adalah –220oC
|
9. Pluto
Sejak ditemukan oleh Clyde William Tombaugh pada 18 Februari 1930, Pluto menjadi salah satu anggota tata surya kita. Ciri-cirinya adalah sebagai berikut:
●
|
Jarak dari matahari adalah 5.900 juta km
|
●
|
Garis tengahnya adalah 6.400 km
|
●
|
Rotasinya adalah 153 jam
|
●
|
Revolusinya adalah 247,7 tahun
|
●
|
Berat jenisnya = 5 (BJ air =1)
|
●
|
Massa planet ini adalah 0,9x masa bumi
|
●
|
Tiap-tiap 1 m2 dari permukaan Pluto menerima hanya 1/600x sinar dan panas matahari yang diterima bumi
|
●
|
Temperaturnya adalah -200oC
|
●
|
Memiliki satu satelit, yaitu Charon
|
Akan tetapi, berdasarkan penelitian para astronom dengan ditemukannya objek-objek kecil yang juga mengelilingi matahari menjadi bahan perbandingan terhadap status Pluto sebagai planet. Bahkan, di antara objek-objek langit tersebut ada yang memiliki satelit dan berukuran lebih besar dari Pluto.
Hasilnya, pada 24 Agustus 2006, dalam sebuah pertemuan Persatuan Astronomi Internasional, 3.000 ilmuwan astronomi memutuskan untuk mengubah status Pluto menjadi planet kerdil. Pada tanggal 7 September 2006, nama Pluto diganti dengan nomor saja, yaitu 134340. Nama ini diberikan oleh Minor Planet Center (MPC), organisasi resmi yang bertanggung jawab dalam mengumpulkan data asteroid dan komet dalam tata surya kita.
Tabel Data Perbandingan Antar Planet
Nama
Planet
|
Jarak Rata-Rata
dari Matahari
|
Garis tengah
|
Massa terhadap Bumi
|
Massa Jenis
(g/cm3)
|
Periode
Revolusi
|
Period
Rotasi
|
Percepatan Gravitasi
(Bumi = 1)
|
Susunan
Atmosfer
| ||
Astronomik
|
Titius-Bode
|
Ribuan km
|
Bumi = 1
| |||||||
Merkurius
|
0,39
|
0,4
|
4.862
|
0,38
|
0,055
|
5,40
|
88 hari
|
59 hari
|
0,38
|
He
|
Venus
|
0,72
|
0,7
|
12.190
|
0,95
|
0,82
|
5,25
|
225 hari
|
243 hari
(retrogade)
|
0,91
|
CO2
|
Bumi
|
1,00
|
1,0
|
12.725
|
1,00
|
1,00
|
5,25
|
365,25 hari
|
23,9 jam
|
1,00
|
N2, O2
|
Mars
|
1,52
|
1,6
|
6.780
|
0,53
|
0,11
|
3,93
|
1,9 tahun
|
24,6 jam
|
0,38
|
CO2
|
Jupiter
|
5,20
|
5,2
|
142.860
|
11,20
|
318
|
1,33
|
11,9 tahun
|
9,8 jam
|
2,53
|
NH3, CH4
|
Saturnus
|
9,54
|
10,0
|
120.000
|
9,41
|
94,3
|
0,71
|
29,5 tahun
|
10,7 jam
|
1,07
|
NH3, CH4
|
Uranus
|
19,19
|
19,6
|
50.100
|
3,98
|
14,54
|
1,27
|
84 tahun
|
17,24 jam
(retrogade)
|
0,92
|
CH4, H2
|
Neptunus
|
30,07
|
38,8
|
48.600
|
3,81
|
17,2
|
1,70
|
164,8 tahun
|
15,8 jam
|
1,18
|
NH3, CH4
|
Pluto
|
39,46
|
77,2
|
2.400
|
0,27
|
0,002
|
1,70
|
248,4 tahun
|
6,39 hari
|
0,03
|
CH4
|
Keterangan: Jarak matahari – Bumi = 149,6 juta km = 1 satuan astronomik, massa Bumi = 5,98 × 1024 kg, percepatan gravitasi Bumi = 9,8 m/s2
|