Loading...

5 Teori Asal Usul Tata Surya (Kabut, Planetesimal, Pasang Surut, Proto Planet, dan Big Bang)

Advertisement
Pada malam hari saat cuara cerah, akan tampak bintang-bintang bertaburan di langit. Keesokan harinya, matahari terbit di ufuk timur, tenggelam di ufuk barat begitu seterusnya. Jutaan bintang yang bertaburan di angkasa raya merupakan bintang yang tergabung dalam kelompok bintang yang dikenal dengan nama galaksi.
5 Teori Asal Usul Tata Surya (Kabut, Planetesimal, Pasang Surut, Proto Planet, dan Big Bang)
Dalam jagat raya yang sangat luas, beredarlah ratusan miliar galaksi yang di dalamnya masing-masing terdapat miliaran bintang. Di galaksi Bimasakti, misalnya, beredar sebuah bintang yang disebut matahari. Bumi dan planet lainnya beserta satelit, asteroid, komet, dan materi antarplanet berputar bersamasama mengorbit matahari membentuk suatu kesatuan yang disebut tata surya.

Lalu bagaimana proses terbentuknya tata surya kita ini? Nah, pada kesempatan kali ini kita akan belajar mengenai teori asal usul terjadinya tata surya. Untuk itu, silahkan kalian simak baik-baik penjelasan berikut ini. Selamat membaca dan belajar, semoga bisa paham.
Teori Asal-Usul Tata Surya
Ada lima teori yang mengemukakan tentang proses pembentukan tata surya, yakni teori nebula, planetesimal, pasang surut, awan debu dan big bang. Berikut penjelasan kelimat teori tersebut beserta nama pencetusnya.
#1 Teori Nebula atau Teori Kabut
Immanuel Kant (1749  1827) seorang ahli filsafat Jerman dan Simon de Laplace (1799) ahli matematika Prancis mengemukakan teori yang hampir sama. Tata surya berasal dari kabut panas yang berpilin. Pilinannya berupa gumpalan kabut yang membentuk bola besar, bagian tengahnya sebagai matahari dan gumpalan kabut di sekitarnya sebagai planet-planet. Teori Nebula lebih dikenal dengan teori Kant-Laplace.

#2 Teori Planetesimal
Thomas C. Chamberlin (1843  1928) ahli geologi dan Forest R. Moulton (1872  1952) ahli astronomi, keduanya ilmuwan Amerika. Teorinya mengatakan bahwa matahari sebelumnya telah ada sebagai salah satu dari bintang-bintang yang banyak di langit.

Pada suatu waktu, ada sebuah bintang berpapasan dengan matahari pada jarak yang tidak terlalu jauh. Akibatnya, terjadi tarikan gravitasi antara bintang yang lewat dan matahari. Sebagian massa matahari tertarik ke arah bintang tersebut.

Ketika bintang menjauh, sebagian massa matahari jatuh ke permukaan dan sebagian lagi terhambur menjadi gumpalan kecil atau planetisimal ke ruang angkasa sekitar matahari, yang kemudian sebagai benda-benda dingin (planet) dalam orbit mengitari matahari. Teori ini dikenal teori Moulton-Chamberlin.

#3 Teori Pasang Surut

Teori Pasang Surut dikemukakan oleh Sir James Jeans (1877 1946) dan Harold Jeffreys (1891), keduanya ilmuwan Inggris. Teorinya hampir sama dengan teori planetisimal.

Menurut teori Pasang Surut, pada saat sebuah bintang mendekat ke matahari, terjadilah pasang naik pada matahari membentuk bentukan cerutu yang besar menjorok ke arah bintang. Ketika bintang menjauh, cerutu besar ini mengalami perpecahan dan membentuk gumpalan gas di sekitar matahari sebagai planet.

#4 Teori Awan Debu (Teori Proto Planet)
Carl von Weizsaeker (1940) ahli astronomi Jerman mengembangkan teori Awan Debu, kemudian disempurnakan oleh ahli astronomi lain, yaitu Gerard P. Kuiper (1950), Subrahmanyan Chandrasekhar, dan lain-lain.

Teori ini menyatakan bahwa tata surya terbentuk dari gumpalan awan gas dan debu, salah satu gumpalan awan itu mengalami pemampatan. Pada proses pemampatan partikel-partikel debu tertarik ke bagian pusat awan kemudian memadat dan membentuk gumpalan tunggal besar.

Bagian inilah yang kemudian menjadi matahari. Bagian luar kabut menyelimuti pusat dan berpuing cepat sehingga terpecah menjadi banyak gumpalan gas dan debu yang lebih kecil. Bagian inilah yang kemudian menjadi planet-planet.

#5 Teori Big Bang
Arno Penzias dan Robert Wilson, astronom Amerika Serikat pada tahun 1965, menemukan sisa radiasi hasil ledakan raksasa. Radiasi latar kosmis, sebagai bukti bahwa alam semesta berasal dari ledakan raksasa, telah terbukti dan menjawab hipotesis asal-usul alam semesta.

Semua persediaan unsur diciptakan dalam setengah jam pertama setelah terjadi ledakan. Oleh karena itu, tidak ada materi baru yang diciptakan. Teori ini disusun atas bukti-bukti bahwa ada gema ledakan masa lalu dan perubahan spektrum bintang ke arah merah.

Berdasarkan bukti-bukti tersebut maka diduga bahwa seluruh alam semesta pada awalnya adalah sebuah atom primordial (yang paling pertama) yang dalam keadaan suhu dan tekanan sangat tinggi ketika terjadi ketidakseimbangan antara suhu dan tekanan meledak dengan suara dan energi yang luar biasa besarnya. Suara terus bergema hingga saat ini.

Pendapat yang mendukung pada penjelasan mengenai quasar ini ada enam.
 Quasar adalah pulsar aneh dengan pusat yang sangat masif dan berputar cepat yang dihubungkan dengan medan magnet sangat kuat.
 Quasar berasal dari tumbukan berulang-ulang jutaan bintang yang terkumpul sangat mampat di sebuah galaksi. Ia melepaskan bagian luarnya hingga membuat bagian dalam bintang sangat masif itu terlihat.
 Quasar adalah galaksi dengan bintang-bintang yang sangat rapat letaknya sehingga pada saat terjadi sebuah ledakan supernova di sebuah bintang, dengan cepat kejadian ini akan merobek bintang lain dan menimbulkan ledakan supernova berantai.
 Quasar mendapat tenaganya dari proses anihilasi materi dengan antimateri, di mana cadangan antimaterinya masih ada di dalam quasar sampai sekarang.
 Quasar adalah energi yang dilepaskan pada saat gas, debu, dan bintang-bintang jatuh ke lubang hitam yang berada di pusat suatu galaksi.
 Quasar tidak lain adalah "lubang putih". Sisi berlawanan dari lubang hitam yang merupakan penyaluran dan muara arus materi yang masuk dari lubang hitam di bagian lain alam semesta. Atau bahkan, mungkin dari alam semesta lain.

Post a Comment

Mohon berkomentar secara bijak dengan bahasa yang sopan dan tidak keluar dari topik permasalahan dalam artikel ini. Dan jangan ikut sertakan link promosi dalam bentuk apapun.
Terimakasih.

emo-but-icon

Home item

Materi Terbaru