Loading...

Pengertian, Contoh & Gambar Asteroid, Komet, Meteor dan Satelit

Advertisement
Tata Surya adalah suatu sistem di jagat raya yang terdiri atas matahari sebagai pusatnya dan planet-planet (termasuk Planet Bumi), satelit-satelit alam (misalnya bulan), asteroid, komet, meteor, debu, kabut, dan benda-benda lainnya sebagai anggotanya yang beredar mengelilingi pusatnya, yakni matahari pada orbit atau garis edarnya masing-masing. Berdasarkan pengertian tersebut, dapatlah diduga bahwa bintang-bintang yang lainnya kemungkinan besar mempunyai sistem seperti tata surya.

Dengan kata lain, bukan tidak mungkin setiap bintang mempunyai sistem bintang seperti matahari, sebab matahari hanya merupakan satu dari milyaran bintang yang ada di jagat raya. Dan juga tidak menutup kemungkinan ada kehidupan lain selain di Planet Bumi. Benda-benda angkasa yang termasuk struktur utama dari tata surya adalah sebagai berikut.
 Matahari (The Sun)
 Planet-planet (The Planets)
 Bulan (The Moon) dan Satelit alam lainnya
 Asteroid
 Komet
 Meteoroid, Meteor dan Meteorit

Nah, pada kesempatan kali ini kita akan mempelajari pengertian, contoh, jenis (jika ada) dari Asteroid, Komet, Meteoroid, Meteor dan Meteorit serta satelit lengkap dengan gambarnya. Untuk itu, silahkan kalian simak baik-baik penjelasan berikut ini. Selamat membaca dan belajar, semoga bisa paham.
1. Penjelasan Tentang Asteroid
Asteroid atau disebut juga planetoid adalah kumpulan planet kecil yang terdapat di antara orbit Mars dan Yupiter. Penemuan asteroid ini diawali karena adanya kecurigaan para ahli astronomi yang melihat bahwa antara Planet Mars dan Planet Yupiter dipisahkan oleh jarak yang sangat jauh. Oleh karena itu, para astronom berlomba-lomba untuk menyeledikinya dan berkeyakinan bahwa di tempat tersebut terdapat planet yang belum diketahui.
pengertian, contoh, jenis dan gambar asteroid (planetoid)
Pada tanggal 1 Januari 1801, seorang astronom bernama Giuseppe Piazzi menemukan titik cahaya yang berpindah-pindah di lintasan Planet Mars dan Jupiter. Kemudian Johann Elert Bode menyebut benda itu sebuah planet dan memberi nama benda itu dengan sebutan Ceres (Dewi Kehidupan dari bahasa Yunani) dengan diameter sekitar 489,14 km atau 1/4.000 × diameter Bumi. Ceres merupakan asteroid terbesar dan pertama kali ditemukan oleh manusia.

Asteroid diperkirakan berasal dari pecahan-pecahan dari sebuah planet yang besar dan kemudian hancur karena terjadi sesuatu Katastrof (Catastroph dalam bahasa Inggris) yang berarti malapetaka atau bencana di angkasa. Asteroid merupakan benda-benda langit yang terdapat pada ruang angkasa kosong di antara planet Mars dan Yupiter, berupa pula-pulau batuan serta logam yang kecil dan kasar.

Daerah tempat asteroid ini dikenal sebagai Sabuk Utama (Main Belt). Selain asteroid yang mendiami daerah Sabuk Utama, ada pula kelompok asteroid dengan orbit yang berbeda yaitu menyimpang ke luar garis edar dari planet Mars dan Yupiter, seperti kelompok Trojan dan kelompok asteroid AAA (Triple A: Asteroids-Armors, Apollo, Aten). Jarak asteroid dari matahari adalah 778 juta km. Asteroid juga beredar mengelilingi Matahari seperti planet.

Pada tahun 1802, ditemukan asteroid dan diberi nama Pallas (lebarnya 560 km). Tahun 1804, ditemukan lagi asteroid dan diberi nama Yuno (lebar 360 km). Tahun 1807, ditemukan lagi Vesta (lebar 490 km), Hygeva (lebar 388 km), Intermnia (lebar 360 km), dan Davida (lebar 272 km). Tahun 1845, ditemukan lagi asteroid dan diberi nama (nama-nama dewa) di Phoenicia, Jerman, Norwegia, seperti nama Dewa Hermes, Eros, dan Adonis.

Uni Soviet (Rusia) menemukan asteroid Vladilen, Morozovia, dan Paulovia. Sampai saat ini telah teridentifikasi lebih kurang 5.000 asteroid pada daerah Main Belt dan diprediksikan seluruhnya terdapat lebih dari 50.000 asteroid. Asteroid yang agak besar ukurannya berkisar antara asteroid Ceres dan gunung-gunung terbang yang kecil. Diameternya adalah 100 km, 50 km, 20 km, dan 1 km, misalnya Ikarus (garis tengahnya 1,6 km).

Asteroid yang lebih kecil sebesar batu raksasa, kerikil, atau batu pasir yang jumlahnya bermilyar-milyar. Asteroid yang telah diamati kira-kira 3.000 buah, ternyata mempunyai lintasan seperti bumi (beredar mengelilingi matahari). Diperkirakan asteroid nantinya bersilang orbit dengan Yupiter yang nantinya tersedot ke Yupiter.

Bahkan, lintasannya dapat sangat dekat dengan bumi. Misalnya, Eros (asteroid dengan panjang 24 km dan lebar 4 km) mendekati bumi pada jarak 22 juta km. Demikian juga asteroid yang orbitnya mendekati bumi adalah Amor, Ikarus, Apollo, dan Adonis. Apabila asteroid tersebut sampai membentur bumi dapat menimbulkan astroblem (luka bintang).

2. Penjelasan Tentang Komet
Kata Komet berasal dari bahasa Yunani, kometes yang berarti “si rambut panjang”, karena ekornya tampak panjang dan indah ketika mendekati matahari. Komet merupakan anggota Tata Surya yang terdiri atas pecahan benda angkasa, es, dan gas yang membeku. Komet mengorbit Matahari dalam suatu lintasan yang berbentuk elips. Komet disebut juga bintang berekor atau bintang kukus.
pengertian, contoh, jenis dan gambar komet (bintang berekor)
Dibandingkan dengan planet lain, komet lebih kecil dan orbitnya miring memanjang. Adapun orbit komet ada tiga bentuk yaitu hiperbola, parabola dan elips. Secara garis besar, struktur atau bagin-bagian komet antara lain sebagai berikut.
 Kepala komet yaitu bagian yang lebih terang dengan diameter lebih besar dari 65.000 km. Kepala komet terdiri atas dua bagian yaitu:
 inti komet: merupakan pusatnya, berupa gumpalan es terdiri H2O, CO2, NH3, dan CH4.
 koma: menyelubungi inti komet, terdiri debu dan gas.
 Ekor komet merupakan bagian yang memiliki panjang sampai ribuan kilometer dan arahnya selalu menjauhi matahari. Arah ekor komet selalu menjauh dari matahari karena ditekan oleh angin matahari (solar wind) dan radiasi matahari (solar radiation). Dilihat dari bentuknya ekor komet dibedakan menjadi dua yaitu:
 ekor debu (melengkung)
 ekor gas (lurus)

Meskipun komet disebut bintang berekor, tetapi komet bukan tergolong bintang alam dalam arti yang sebenarnya. Komet merupakan kumpulan bongkah-bongkah batu yang diselubungi oleh kabut gas, ketika mendekati matahari komet mengeluarkan gas yang bercahaya pada bagian kepala dan semburan cahaya yang terlihat seperti ekor. Semakin dekat komet dengan matahari, maka semakin besar tekanan cahaya matahari yang diterimanya sehingga menyebabkan ekor komet semakin panjang. Adapun pada saat jaraknya jauh dari Matahari hampir semua bagian tubuh komet membeku sehingga tida terdapat lagi ekor.

Berdasarkan bentuk dan panjang lintasannya, komet dapat diklasifikasikan menjadi dua jenis, yaitu sebagai berikut.
 Komet Berekor Panjang
Yaitu komet dengan garis lintasannya sangat jauh melalui daerah-daerah yang sangat dingin di angkasa sehingga berkesempatan menyerap gas-gas daerah yang dilaluinya. Ketika mendekati matahari, komet tersebut melepaskan gas sehingga membentuk koma dan ekor yang sangat panjang. Contohnya, Komet Kohoutek yang melintas dekat matahari setiap 75.000 tahun sekali dan Komet Halley setiap 76 tahun sekali.
 Komet Berekor Pendek
Yaitu komet yang garis lintasannya sangat pendek sehingga kurang memiliki kesempatan untuk menyerap gas di daerah yang dilaluinya. Ketika mendekati matahari, komet tersebut melepaskan gas yang sangat sedikit sehingga hanya membentuk koma dan ekor yang sangat pendek bahkan hampir tidak berekor. Contohnya Komet Encke yang melintas mendekati matahari setiap 3,3 tahun sekali.

Pada 1705, Edmund Halley memperkirakan bahwa komet terlihat pada 1531, 1607, dan 1682 dan kembali lagi pada 1758. Karena hal tersebut, salah satu dari sekian banyak komet diberikan nama komet Halley. Rata-rata periode munculnya orbit komet Halley antara setiap 7679 tahun sekali. Komet Halley terakhir terlihat pada 1986 yang lalu. Inti atau pusat dari komet Halley diperkirakan kurang lebih 16 × 8 × 8 km. Inti dari komet Halley sangat gelap. Diperkirakan komet Halley akan tampak lagi pada 2062. Selain komet Halley, terdapat berbagai macam nama komet lainnya, di antaranya komet Hyakutake dan komet Hale-Bopp.

Sekitar 251 juta tahun yang telah lalu, terjadi kepunahan sangat besar disebabkan komet yang menabrak bumi. Kesimpulan itu diperoleh dari atom yang terjebak di dalam kerangka molekul karbon. Tetapi belum diketahui di mana letak tempat tabrakan komet dengan bumi tersebut. Pada saat kejadian bumi masih berupa satu benua raksasa (Pangea).

Para ilmuwan berhasil mengidentifikasi jalur komet atau asteroid yang menabrak bumi. Di dalam lapisan batu yang ada pada saat itu terdapat molekul karbon rumit yang disebut fullerene berisi isotop helium dan argon yang terjebak di dalamnya. Fullerene berisi sedikitnya 60 atom karbon dalam struktur yang mirip bola sepak.

Para peneliti memperkirakan komet tersebut berdiameter 6 hingga 12 km. Asteroid atau komet sebesar ini yang memusnahkan dinosaurus pada 67 juta tahun lalu. Para ilmuwan menentukan ukuran atas dasar dua faktor. Jika berukuran kurang dari 6 km, dampaknya tidak global. Tapi jika berukuran lebih besar dari 12 km, maka fullerene yang mengandung gas disebarkan ke seluruh dunia.

3. Penjelasan Tentang Meteoroid, Meteor dan Meteorit

Ketika kita melihat sejenak ke langit yang cerah pada malam hari, tampak seberkas cahaya bergerak cepat lalu hilang. Itulah meteor. Meteor atau disebut juga bintang jatuh (shooting stars) merupakan bagian dari asteroid yang terpisah. Meteor yang jatuh mengarah ke Bumi akan tampak seperti bola api. Meteor yang jatuh terkadang sangat banyak dan disebut sebagai hujan meteor.
pengertian, contoh, jenis dan gambar meteor (bintang jatuh) meteoroid dan meteorid
Ketika terjadi hujan meteor, jutaan meteor masuk ke dalam atmosfer Bumi, tetapi sebagian besar terbakar habis sebelum mencapai permukaan Bumi. Kadang-kadang meteor yang besar tidak terbakar habis dan akhirnya sampai ke permukaan Bumi dan disebut sebagai meteorit. Ada tiga istilah yang berkaitan dengan meteo, yaitu Meteoroid, Meteor dan Metorit. Berikut ini penjelasan ketiga istilah tersebut.

Meteoroid adalah adalah benda-benda langit kecil yang mengelilingi matahari dan terdapat di ruang antarplanet (di luar atmosfer Bumi).
Meteor adalah lintasan cahaya di langit atau disebut bintang jatuh (di dalam atmosfer Bumi).
Meteorit adalah meteoroid yang jatuh ke permukaan Bumi (berada di permukaan Bumi).

Meteoroid masuk ke atmosfer planet (Bumi) karena tertarik oleh gravitasi planet (misal Bumi). Meteoroid masuk ke atmosfer Bumi dengan kecepatan tinggi. Gesekan dengan atmosfer Bumi menimbulkan pijar dan terlihat seperti cahaya di langit. Meteoroid, berukuran mulai dari sebutir biji padi sampai batu besar, habis terbakar karena panas gesekan sebelum sampai ke permukaan Bumi.

Akan tetapi, meteoroid yang besar dapat mencapai Bumi karena tidak habis terbakar dengan panas gesekan atmosfer Bumi. Tumbukan meteorit berukuran besar pada permukaan bumi seringkali menimbulkan lubang besar di permukaan bumi yang disebut kawah meteorit, contohnya Kawah Meteorit Arizona di Amerika Serikat yang lebarnya sekitar 1.265 m. Kawah ini dikenal dengan nama Barringer crater.
Kawah meteorit di Arizona Amerika Serikat
Meteor bukan tergolong bintang karena meteor merupakan anggota tata surya yang tidak bisa memancarkan cahaya sendiri. Meteor berupa batu-batu kecil yang berdiameter antara 0,2 sampai 0,5 mm dan massanya tidak lebih dari 1 gram. Meteor yang masuk ke atmosfer bumi dan bergesekan dnegan atmosfer akan menimbulkan panas dan tampak berpijar.

Gerak meteor yang berpijar ini biasanya disebut bintang beralih. Jadi suatu meteor akan tampak seperti bintang beralih jika memasuki atmosfer bumi. Berdasarkan jenis kandungan unsurnya, meteorit dibedakan menjadi tiga kelompok, yaitu sebagai berikut
 Meteorit batu, yaitu meteorit yang kandungan materinya sebagian besar terdiri atas kalsium dan magnesium.
 Meteorit logam, yaitu meteorit yang kandungan materinya sebagian besar terdiri atas ferum (besi) dan nikel (90% besi dan 8% nikel)
 Meteorit tektit, yaitu meteorit yang kandungan materinya teridri atas asan kersik 80%.

Pada tanggal 30 Juni 1908 jatuh meteor besar di Taiga Tugus (daerah hutan pinus), 1.000 km di sebelah utara Kota Irkutsk (Siberia). Cahayanya kuat menimbulkan getaran sampai ke Eropa Tengah, gelombang udaranya beredar 2x mengelilingi bumi. Pada jarak 600 km dari meteor jatuh, rel kereta api “Trans Siberia” melengkung.

Tanggal 12 Februari 1947, meteor besar jatuh di Pegunungan Sihote. Tahun 1772, Pallas di St. Petersburg menemukan meteor berat 640 kg, terdiri dari berjenis-jenis logam. Logam yang terbanyak adalah besi, nikel, aluminium, dan sulfur. Meteorit seberat 30 metrik ton dari Greenland adalah salah satu meteor terbesar yang pernah ditemukan.

Pada malam hari, sewaktu-waktu tampak beribu-ribu meteor cemerlang menyinari langit, seakanakan bumi dihujani bintang-bintang. Hal itu terjadi karena bumi melalui sebuah arus meteor di langit yang berisikan batu-batu kecil dan debu yang tak terhitung jumlahnya memasuki atmofer bumi dan habis terbakar. Ternyata, kebanyakan hujan bintang (meteor) itu berasal dari sisa komet yang tercecer sepanjang orbitnya.

4. Penjelasan Tentang Satelit Alam
Satelit merupakan pengiring planet. Satelit beredar mengelilingi planet dan bersama-sama beredar mengelilingi matahari. Peredaran satelit mengelilingi planet disebut dengan gerak revolusi satelit. Satelit juga berotasi yaitu beredar mengelilingi sumbunya sendiri. Dengan demikian, satelit melakukan tiga gerakan yaitu sebagai berikut.
 Gerak rotasi yaitu berputar mengelilingi sumbunya sendiri
 Gerak revolusi mengelilingi planetnya
 Gerak revolusi bersama planet mengelilingi matahari

Pada umumnya arah rotasi dan revolusi satelit sama dengan arah rotasi dan revolusi planetnya yaitu dari barat ke timur kecuali satelit planet Neptunus. Planet yang telah diketahui tidak mempunyai satelit adalah Merkurius dan Venus. Berikut ini adalah daftar nama-nama satelit dari planet yang berada di dalam sistem Tata Surya.
Tabel Nama-Nama Satelit Alam dan Jumlahnya
No.
Planet
Nama Satelit
Jumlah Satelit
1.
Merkurius
-
-
2.
Venus
-
-
3.
Bumi
Bulan
1
4.
Mars
Phobos dan Demos
2
5.
Jupiter
Metis, Andrastea, Almathea, Thebe, Io, Europa, Ganymede, Calistio, Leda, Himalia, Lysithea, Elara, Anananke, Carme, Pasiphea, Sinope, dan 3 belum ada namanya
16
6.
Saturnus
Atlas, 1980 S27, 1980 S26, Euphemetheus, Janus, Mimas, Enceladus, Tethys, Telesto, Calypso, Dione, 1980 S5, Rhea, Titan, Hyperion, Lapetus, Phoebe, dan satu belum ada namanya.
18
7.
Uranus
Ariel, Umbriel, Tiania, Uberon, Miranda, dan 10 belum ada namanya
15
8.
Neptunus
Triton, Nereid, dan 6 belum ada namanya
8
Jumlah Semua
60

Bulan merupakan satu-satunya satelit alamiah dari planet Bumi. Waktu rotasi bulan adalah satu hari, sedangkan waktu revolusinya satu bulan. Waktu rotasi bulan sama dengan waktu rotasi bumi, mengakibatkan permukaan bulan menghadap ke Bumi selalu tetap. Jarak antara Bumi dan bulan kurang lebih 384.403 km dan merupakan benda langit yang paling dekat dengan Bumi.
pengertian, contoh, jenis dan gambar satelit bulan
Jika dibandingkan dengan Bumi, bulan mempunyai ukuran sebagai berikut.
(1) Massa bulan 1/10 masa bumi
(2) Diameter bulan 1/4 diameter bumi yaitu 3000 km
(3) Gravitasi bulan 1/6 gravitasi bumi

Permukaan bulan penuh dengan kawah-kawah dan gunung-gunung. Bagian bulan yang gelap halus dan datar disebut lembah maris. Di permukaan bulan tidak terdapat udara, sehingga mengakibatkan beberapa fenomena berikut ini.
(1) Suhu berubah sangat cepat, suhu tertinggi 1100oC dan suhu terendah -1730oC
(2) Bunyi tidak dapat merambat
(3) Langit tampak kelam
(4) Tidak ada peredaran air

Post a Comment

Mohon berkomentar secara bijak dengan bahasa yang sopan dan tidak keluar dari topik permasalahan dalam artikel ini. Dan jangan ikut sertakan link promosi dalam bentuk apapun.
Terimakasih.

emo-but-icon

Home item

Materi Terbaru